Yuk, simak 3 langkah praktis yang bisa Bunda terapkan di rumah:
Validasi Emosinya: Alih-alih melarangnya menangis atau menganggap remeh masalahnya, validasi perasaannya terlebih dahulu. Bunda bisa berkata: "Bunda tahu kamu sedih dan kecewa karena mainannya rusak. Gak apa-apa kalau mau menangis dulu." Ini membuat anak merasa aman dan didengar.
Beri Ruang untuk Tenang: Hindari langsung menceramahi si kecil saat emosinya sedang meluap karena ia tidak akan bisa menyerapnya. Berikan pelukan hangat atau ruang yang tenang sampai ia merasa lebih rileks dan siap untuk diajak berbicara.
Ajarkan Solusi (Problem-Solving): Setelah anak benar-benar tenang, ajak ia berpikir mencari jalan keluar bersama. Misalnya: "Mainan yang ini sudah rusak, bagaimana kalau kita coba perbaiki bersama atau kita main permainan yang lain?" Cara ini melatih anak agar tidak fokus pada masalah, melainkan pada solusi.
Ingat, Bunda: Anak adalah peniru ulung. Cara kita sendiri dalam mengelola stres dan kekecewaan di depan mereka akan menjadi contoh nyata yang paling mudah mereka tiru untuk kesehatan mentalnya kelak.
Click one of our representatives below to chat on WhatsApp



