"Anak tidak selalu terluka oleh bentakan besar. Kadang, rasa tak berharga itu tumbuh dari penolakan-penolakan kecil yang tak kita sadari." Sebagai orang tua, kita sering merasa sudah memberikan yang terbaik karena tidak pernah membentak atau memukul anak. Namun, ada bentuk penolakan halus (micro-rejection) yang sering luput dari perhatian, padahal jika terjadi terus-menerus dapat meretakkan rasa aman (secure attachment) anak.
Lihat Selengkapnya
Melihat anak memukul atau merebut mainan di tempat umum sering kali memicu kepanikan dan rasa malu pada orang tua. Refleks kita biasanya adalah memarahi anak atau memaksanya meminta maaf di tempat. Padahal, saat emosi anak sedang memuncak, otak logis mereka sedang mati. Menceramahi mereka saat itu terjadi adalah hal yang sia-sia.
Lihat Selengkapnya
Bagi anak-anak, kejadian mengejutkan seperti terjatuh, digigit serangga, atau disuntik dokter bisa terekam sebagai trauma instan di otak mereka. Kabar baiknya, Bunda bisa membantu mereka "menyembuhkan" trauma kecil ini lewat metode yang sangat sederhana namun ilmiah: Narrative Medicine (Bercerita untuk Menyembuhkan).
Lihat Selengkapnya
Sering kali saat anak marah atau bertengkar, refleks kita adalah langsung menasihati, memarahi, atau mencari siapa yang salah. Padahal, di momen seperti ini anak justru lebih membutuhkan seseorang yang membantu mereka memahami apa yang sedang terjadi di dalam dirinya. Daripada: Langsung menceramahi atau membela salah satu anak saat mereka konflik.
Lihat Selengkapnya
Banyak orang tua hari ini terjebak dalam anxiety (kecemasan) luar biasa untuk menjadi sempurna. Kita dituntut untuk selalu sabar, menyediakan makanan organik terbaik, dan tidak boleh membuat anak kecewa sedikit pun. Padahal, seorang psikoanalis dan dokter anak terkenal asal Inggris, Donald Winnicott, justru menemukan fakta sebaliknya: Anak tidak butuh orang tua yang sempurna. Mereka hanya butuh orang tua yang "cukup baik" (Good Enough Parent).
Lihat Selengkapnya
Niatnya membantu, tapi kok malah bikin anak jadi penakut dan nggak mandiri? Yuk, kenali bahaya micro-managing dalam pengasuhan dan pelajari kapan waktu yang tepat untuk menahan diri agar rasa percaya diri si kecil bisa tumbuh maksimal!
Lihat Selengkapnya
Fenomena witching hour (bayi menangis histeris tanpa sebab jelas di sore/malam hari). Edukasi tentang akumulasi stimulasi harian (overstimulation) dan sistem saraf bayi yang belum matang, bukan karena gangguan supranatural.
Lihat Selengkapnya
Siapa yang di sini masih mikir kalau bayi sengaja dibikin capek seharian biar malamnya tidur merem? Faktanya, makin bayi kecapekan, otaknya malah bakal ngasilin hormon stres yang bikin mereka makin susah tidur dan gampang kebangun di malam hari. Yuk, kita bedah panduan waktu bangun (wake window) ideal biar si kecil tetap happy dan Bunda pun bisa ikutan istirahat tenang!
Lihat Selengkapnya
Banyak orang tua fokus mencari cara meredakan tantrum anak, tanpa sadar bahwa sistem saraf anak meniru sistem saraf orang tuanya. Anak-anak belum memiliki kemampuan otak untuk menenangkan diri secara mandiri (self-regulation). Mereka menumpang pada ketenangan orang dewasa di sekitarnya (co-regulation). Jika orang tua merespons tantrum dengan teriakan atau kepanikan, yang terjadi adalah co-dysregulation (kedua sistem saraf sama-sama stres).
Lihat Selengkapnya
Menangis adalah satu-satunya cara bayi berbicara. Masalahnya, sering kali kita sebagai orang tua langsung menyodorkan ASI atau susu setiap kali mendengar mereka menangis, padahal tidak semua tangisan berarti lapar. Yuk, kita bedakan beberapa sinyal tubuh bayi agar tidak salah merespons:
Lihat Selengkapnya
Banyak yang tidak menyadari bahwa cara kita merespons anak hari ini sering kali merupakan bayangan dari cara kita diperlakukan di masa lalu. Ketika luka masa kecil atau stres kronis orang tua dibiarkan menumpuk tanpa disembuhkan, luka itu akan mencari jalannya sendiri untuk keluar—biasanya melalui pola asuh sehari-hari.
Lihat Selengkapnya
Saat kita mendiamkan anak secara paksa, mereka bukan jadi tenang, tapi justru belajar kalau emosi mereka itu salah dan harus disembunyikan. Imbas jangka panjangnya? They will struggle to handle big emotions later in life.
Lihat SelengkapnyaClick one of our representatives below to chat on WhatsApp



