Postpartum Blues vs. Depression: Mengapa Bunda Berhak Meminta Kebutuhan Emosionalnya Dipenuhi

Postpartum Blues vs. Depression: Mengapa Bunda Berhak Meminta Kebutuhan Emosionalnya Dipenuhi

Cilubaa Jurnal

Melahirkan adalah transisi hidup yang luar biasa, baik secara fisik maupun psikologis. Namun, di tengah euforia menyambut hadirnya buah hati, tidak sedikit Bunda yang justru merasakan kepedihan, kecemasan, atau hampa yang sulit dijelaskan. Sayangnya, budaya masyarakat kerap menuntut Bunda untuk selalu bahagia dan sempurna, sehingga perasaan lelah atau sedih dianggap sebagai bentuk kurang bersyukur. Padahal, mengenali kondisi emosional pascamelahirkan dan berani menyuarakan kebutuhan diri adalah langkah awal menjaga kesehatan mental keluarga.

Lihat Selengkapnya
Cara Bayi Berkomunikasi & Pentingnya Respon Konsisten Orang Tua (Trust vs. Mistrust)

Cara Bayi Berkomunikasi & Pentingnya Respon Konsisten Orang Tua (Trust vs. Mistrust)

Cilubaa Jurnal

Bayi yang baru lahir belum memiliki kemampuan berbahasa untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan. Namun, bukan berarti mereka tidak berkomunikasi. Sejak hari pertama kelahirannya, bayi terus-menerus mengirimkan sinyal kepada orang tua untuk mengekspresikan kebutuhan fisik maupun emosional mereka.

Lihat Selengkapnya
Masculinity & Vulnerability: Mengapa Ayah Boleh Menunjukkan Emosi di Depan Keluarga?

Masculinity & Vulnerability: Mengapa Ayah Boleh Menunjukkan Emosi di Depan Keluarga?

Cilubaa Jurnal

Selama ribuan tahun, norma sosial secara turun-temurun membentuk standar maskulinitas yang kaku: pria harus selalu kuat, rasional, dan pantang terlihat lemah. Mitos bahwa "pria tidak boleh menangis" mereduksi ragam emosi manusia menjadi sekadar beban yang harus dipendam. Padahal, menekan emosi terus-menerus bukan tanda kekuatan, melainkan bom waktu yang berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun keharmonisan keluarga.

Lihat Selengkapnya
Seni Mendengarkan Tanpa Menghakimi: Keterampilan Active Listening, Komunikasi Non-Defensif, dan Menurunkan Ego Saat Berhadapan dengan Masalah Anak

Seni Mendengarkan Tanpa Menghakimi: Keterampilan Active Listening, Komunikasi Non-Defensif, dan Menurunkan Ego Saat Berhadapan dengan Masalah Anak

Cilubaa Jurnal

Ketika anak datang membawa masalah, cerita kegagalan, atau bahkan ketidaksetujuan terhadap orang tua, naluri alami orang dewasa sering kali adalah langsung memberi nasihat, mengoreksi, atau mempertahankan diri (defensive). Tanpa disadari, pola reaksi ini dapat menyumbat aliran komunikasi dan membuat anak merasa tidak didengar.

Lihat Selengkapnya
Guilt-Free Parenting: Mengatasi Rasa Bersalah Saat Ibu Mengambil Waktu untuk Diri Sendiri

Guilt-Free Parenting: Mengatasi Rasa Bersalah Saat Ibu Mengambil Waktu untuk Diri Sendiri

Cilubaa Jurnal

Menjadi seorang ibu sering kali diidentikkan dengan pengorbanan tanpa batas. Tanpa sadar, banyak ibu terjebak dalam persepsi bahwa mencurahkan seluruh waktu, energi, dan pikiran hanya untuk keluarga adalah satu-satunya tolok ukur kasih sayang. Akibatnya, muncul rasa bersalah (mom guilt) yang mendalam setiap kali ibu ingin mengambil waktu sejenak untuk beristirahat, melakukan hobi, atau sekadar menikmati waktu sendiri (me time).

Lihat Selengkapnya
Mengapa Cara Kita Merespons Anak Berasal dari Luka Masa Lalu?

Mengapa Cara Kita Merespons Anak Berasal dari Luka Masa Lalu?

Cilubaa Jurnal

Pernahkah Bunda atau Ayah merasa terkejut dengan reaksi amarah sendiri saat berhadapan dengan perilaku anak? Kadang, hal sepele—seperti anak yang menumpahkan susu, menangis kencang, atau menolak mendengarkan—dapat memicu ledakan emosi yang sangat besar. Secara psikologis, reaksi emosional berlebihan ini sering kali tidak murni disebabkan oleh tindakan anak saat ini, melainkan merupakan gema dari luka masa lalu (unhealed inner child) yang belum terselesaikan.

Lihat Selengkapnya
Dampak Screen Time Terhadap Kecerdasan Emosional dan Fokus Anak

Dampak Screen Time Terhadap Kecerdasan Emosional dan Fokus Anak

Cilubaa Jurnal

Di era digital saat ini, gawai (gadget) sering kali menjadi solusi instan untuk menenangkan anak yang sedang rewel atau menjaga mereka tetap tenang. Namun, paparan screen time yang berlebihan dan tidak terawasi—terutama pada masa emas perkembangan otak—dapat memberikan dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak.

Lihat Selengkapnya
Mengenalkan Emotional Vocabulary: Membantu Anak Mengidentifikasi Perasaan Selain 'Marah' atau 'Sedih'

Mengenalkan Emotional Vocabulary: Membantu Anak Mengidentifikasi Perasaan Selain 'Marah' atau 'Sedih'

Cilubaa Jurnal

Anak-anak sering kali mengekspresikan emosi secara ekstrem—seperti tantrum, mengamuk, atau menarik diri—bukan karena mereka ingin nakal, melainkan karena keterbatasan kosakata emosi (emotional vocabulary). Ketika anak hanya mengenal kata "marah" atau "sedih", mereka kesulitan menyampaikan kompleksitas apa yang sebenarnya bergejolak di dalam diri mereka.

Lihat Selengkapnya
Bahaya Overprotective Parenting (Snowplow Parenting) dan Cara Mengajarkan Problem Solving Saat Anak Menemui Kegagalan

Bahaya Overprotective Parenting (Snowplow Parenting) dan Cara Mengajarkan Problem Solving Saat Anak Menemui Kegagalan

Cilubaa Jurnal

Dalam dunia pengasuhan, niat baik orang tua untuk melindungi anak sering kali tanpa sadar bergeser menjadi pola asuh yang berlebihan. Salah satu bentuk terekstrem dari overprotective parenting adalah snowplow parenting (atau lawnmower parenting), yaitu gaya pengasuhan di mana orang tua secara aktif "menyingkirkan" segala bentuk hambatan, kegagalan, dan ketidaknyamanan dari jalur hidup anak agar jalan yang mereka lalui selalu mulus.

Lihat Selengkapnya
Menjaga Kehangatan Pasangan di Tengah Kesibukan Pengasuhan

Menjaga Kehangatan Pasangan di Tengah Kesibukan Pengasuhan

Cilubaa Jurnal

Kehadiran buah hati merupakan momen membahagiakan, namun di sisi lain membawa perubahan besar dalam dinamika pernikahan. Fokus yang tercurah sepenuhnya pada kebutuhan anak sering kali membuat peran sebagai "suami-istri" tergeser oleh peran sebagai "rekan kerja pengasuhan" (parenting co-workers).

Lihat Selengkapnya
Rumah Sebagai Safe Space: Cara Membangun Budaya Bicara Terbuka Tanpa Takut Dimarahi

Rumah Sebagai Safe Space: Cara Membangun Budaya Bicara Terbuka Tanpa Takut Dimarahi

Cilubaa Jurnal

Rumah idealnya menjadi tempat pertama di mana setiap anggota keluarga merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri. Namun, sering kali rumah justru menjadi tempat yang menegangkan ketika komunikasi diwarnai oleh kebiasaan menghakimi, menyela, atau memberi reaksi berlebihan (overreacting).

Lihat Selengkapnya
Peran Emotional Presence Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Peran Emotional Presence Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Cilubaa Jurnal

Kehadiran seorang ayah dalam keluarga sering kali diidentikkan dengan peran sebagai penyedia nafkah atau pelindung fisik. Namun, di luar kecukupan materi, ada dimensi penting yang kerap terlewatkan: emotional presence atau kehadiran emosional secara utuh.

Lihat Selengkapnya

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp

Sidoarjo Cilubaa Baby & Kids Sidoarjo
+6285607856443
Manukan Cilubaa Baby & Kids Manukan
+6289528094843
Rungkut Cilubaa Baby & Kids Rungkut
+6289510502096
Tenggilis Cilubaa Baby & Beauty
+6285891005009
Hello! What can I do for you?
×
How can I help you?