Bukan Cuma Mengerjakan, Tapi Mengingat: Mengenal Mental Load Ibu yang Sering Bikin Burnout Tanpa Sebab

Bukan Cuma Mengerjakan, Tapi Mengingat: Mengenal Mental Load Ibu yang Sering Bikin Burnout Tanpa Sebab

Cilubaa Jurnal

Halo Bunda & Ayah! Pernah nggak sih, Bunda merasa sangat capek, lemas, dan gampang cranky, padahal seharian rasanya cuma di rumah dan tugas fisik seperti cuci piring atau menyapu sudah dibantu? Atau dari sisi Ayah, pernah bingung melihat Bunda tiba-tiba menangis atau marah hanya karena hal sepele, padahal Ayah merasa sudah siap membantu kapan pun diminta ("Kan tinggal bilang kalau butuh dibantu?")?

Lihat Selengkapnya
Micro-Trauma Hari Ini, Penentu Karakter Masa Depan Anak

Micro-Trauma Hari Ini, Penentu Karakter Masa Depan Anak

Cilubaa Jurnal

Halo Bunda & Ayah! Pernah nggak, tanpa sadar kita ngucapin hal-hal kecil seperti "Awas ya, ditinggal nih!" waktu si kecil rewel di mall, atau sekadar ketawa bercanda waktu si kecil ketakutan? Kelihatannya sepele, tidak ada luka fisik, dan si kecil mungkin langsung diam atau menurut. Tapi tunggu dulu… mari kita bedah bersama Minci.

Lihat Selengkapnya
Ketika Anak Terlalu Penurut: Bahaya People Pleasing yang Dipupuk Sejak Balita

Ketika Anak Terlalu Penurut: Bahaya People Pleasing yang Dipupuk Sejak Balita

Cilubaa Jurnal

Halo Bunda & Ayah! Minci paham banget, punya anak yang "penurut", nggak pernah membantah, dan selalu nurut apa kata orang dewasa sering bikin kita lega dan bangga ya? Rasanya tenang banget. But wait… mari kita bedah lebih dalam.

Lihat Selengkapnya
Social Battery & Introversion: Membedakan Anak Pemalu vs Anak yang Cepat Lelah Secara Sosial

Social Battery & Introversion: Membedakan Anak Pemalu vs Anak yang Cepat Lelah Secara Sosial

Cilubaa Jurnal

Pernah membawa si kecil ke acara keluarga atau pesta ulang tahun teman, lalu dia mendadak menempel erat di kaki Bunda, menolak diajak salaman, atau sama sekali tidak mau ikut bergabung main?

Lihat Selengkapnya
The Power of Play-Nonsense: Kenapa Bercanda Konyol Lebih Mempan Dibanding Omelan?

The Power of Play-Nonsense: Kenapa Bercanda Konyol Lebih Mempan Dibanding Omelan?

Cilubaa Jurnal

Pernah berada di situasi di mana sudah diomeli berulang kali, diancam tidak boleh nonton TV, sampai diberi hitungan "1... 2... 3...", tapi si kecil malah makin kabur, bersembunyi di bawah meja, atau menangis histeris saat disuruh mandi atau sikat gigi? Banyak orang tua menganggap anak yang menolak ajakan rutin ini sedang bersikap pembangkang, nakal, atau sengaja memancing emosi. Reaksi refleks orang tua biasanya adalah menaikkan nada suara, memberi ceramah panjang, atau mengeluarkan ancaman.

Lihat Selengkapnya
Containment: Batasan (Limits) Adalah Bentuk Rasa Aman

Containment: Batasan (Limits) Adalah Bentuk Rasa Aman

Cilubaa Jurnal

Niatnya ingin jadi orang tua yang sabar dan menghargai anak, tapi kok makin ke sini si kecil makin gampang mengamuk, susah diatur, atau malah kelihatan makin cemas?

Lihat Selengkapnya
Window of Tolerance: Kenapa Anak Beda Hari Beda Reaksi

Window of Tolerance: Kenapa Anak Beda Hari Beda Reaksi

Cilubaa Jurnal

Pernah bingung kenapa kemarin si kecil santai banget waktu mainannya dipinjam teman, tapi hari ini bisa meltdown hebat cuma gara-gara di piring ada sendok yang warnanya salah? Banyak orang tua langsung mikir: "Ih, kok makin gede makin manja?" atau "Ini pasti sengaja nyari perhatian."

Lihat Selengkapnya
Nangis Boleh, Ngerusak Barang Jangan: Cara Bikin Batasan Tanpa Mematikan Emosi

Nangis Boleh, Ngerusak Barang Jangan: Cara Bikin Batasan Tanpa Mematikan Emosi

Cilubaa Jurnal

Pernah gak berada di posisi ini: Anak lagi tantrum hebat, lalu mulai lempar mainan atau mukul? Sebagai orang tua, kita sering terjebak di dua kutub ekstrem: 1. Terlalu Keras: Langsung bentak atau hukum anak ("Gak usah nangis! Diem gak?!"). Hasilnya: emosi anak tertekan, tapi dia gak belajar cara mengelola rasa marahnya. 2. Terlalu Bebas (Permissive): Dimaklumi terus atas nama "validasi emosi" ("Kasihan, dia kan lagi emosi..."). Hasilnya: anak tidak belajar batasan (boundary) dan mengira semua perilakunya boleh-boleh saja.

Lihat Selengkapnya
Memahami Threat Perception: Mengapa Bentakan Ayah Lebih Membekas pada Anak?

Memahami Threat Perception: Mengapa Bentakan Ayah Lebih Membekas pada Anak?

Cilubaa Jurnal

Pernahkah memperhatikan reaksi anak ketika mendengar nada tinggi? Sering kali, respons anak saat diomeli atau dibentak oleh Ayah terlihat jauh lebih drastis—anak bisa seketika freeze (terpaku), menangis histeris, atau mundur ketakutan dibanding saat mendengar nada tinggi yang sama dari Bunda. Secara psikologis dan neurobiologis, hal ini bukan berarti anak "lebih takut" karena Ayah jahat, melainkan karena cara kerja sistem saraf anak dalam memproses threat perception (persepsi ancaman).

Lihat Selengkapnya
"Dopamine Dressing" untuk Anak: Baju Warna-Warni Bikin Mood Anak Lebih Bagus?

"Dopamine Dressing" untuk Anak: Baju Warna-Warni Bikin Mood Anak Lebih Bagus?

Cilubaa Jurnal

"Siapa sangka, pilihan warna baju yang dipakai si Kecil hari ini ternyata bisa jadi 'remote control' untuk mood sekaligus sarana latihan otaknya!" Memilih baju anak sering kali cuma berpatokan pada kata "lucu" atau "gemas". Padahal, dalam dunia psikologi dan perkembangan anak, ada konsep bernama Dopamine Dressing—yaitu memanfaatkan warna pakaian untuk memicu pelepasan hormon dopamin (hormon bahagia) di otak. Warna bukan sekadar visual, tapi juga stimulasi penting untuk emosi dan sensorik si Kecil, lho!

Lihat Selengkapnya
Memahami Sensory Overload pada Orang Tua

Memahami Sensory Overload pada Orang Tua

Cilubaa Jurnal

Setiap Orang Tua (Ayah & Bunda) pasti pernah berada di titik ingin lari sejenak atau bersembunyi di kamar mandi saat suasana rumah mendadak sangat riuh—anak-anak menangis bersamaan, suara televisi menyala, dan mainan berantakan di setiap sudut. Rasa kewalahan hebat yang muncul tiba-tiba ini bukanlah tanda bahwa Bunda & Ayah adalah orang tua yang tidak sabar atau pemarah, melainkan sinyal bahwa Bunda & Ayah sedang mengalami sensory overload atau overstimulasi sensorik.

Lihat Selengkapnya
Micro-Rejection dalam Pengasuhan

Micro-Rejection dalam Pengasuhan

Cilubaa Jurnal

"Anak tidak selalu terluka oleh bentakan besar. Kadang, rasa tak berharga itu tumbuh dari penolakan-penolakan kecil yang tak kita sadari." Sebagai orang tua, kita sering merasa sudah memberikan yang terbaik karena tidak pernah membentak atau memukul anak. Namun, ada bentuk penolakan halus (micro-rejection) yang sering luput dari perhatian, padahal jika terjadi terus-menerus dapat meretakkan rasa aman (secure attachment) anak.

Lihat Selengkapnya

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp

Sidoarjo Cilubaa Baby & Kids Sidoarjo
+6285607856443
Manukan Cilubaa Baby & Kids Manukan
+6289528094843
Rungkut Cilubaa Baby & Kids Rungkut
+6289510502096
Tenggilis Cilubaa Baby & Beauty
+6285891005009
Hello! What can I do for you?
×
How can I help you?